Rabu, 01 Juli 2009

Hari Ini Ujian SNMPTN 2009

Hari ini adik-adik kita memulai ujian SNMPTN 2009. Ya sebuah fase yang di harapkan hampir semua lulusan SMA dan "sederajat" nya untuk bisa mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri. Harus diakui, mo di lihat dari sudut pandang manapun kuliah di negeri akan di anggap lebih bonafit, di cap anak pinter (enak ga tuh), sekaligus menjadi target utama di dunia kerja. Bolehkan berasumsi begitu? Boleh...


Tapi lebih dari itu, menempuh pendidikan untuk mengejar cita-cita, meraih kesuksesan tentu menjadi alasan utama, iya kan iya dong...

Nah pesan dari kakakmu yang manis ini neeh, jadikan "ajang bergengsi" ini menjadi ikhtiar yang baik sehingga bisa bernilai ibadah. Siapkan mental lolos dan gagal. Jangan ikutin mental caleg kemaren yang keok gara-gara ga masuk nominasi (dibaca: masuk d kursi dewan). Tanamkan kuat-kuat, Alloh SWT memberikan yang terbaik tiap hamba Nya. Jika kalian nanti lolos, Selamat yach...jangan lupa bersyukur pada Alloh dan berterimakasih pada Papa Mama kalian. Dan bagi yang belum lolos, Selamat juga yah... doa, kerja keras, biaya selama ini tidak ada yang sia-sia.
Semua itu bisa menjadi amal kebaikan. Dan yang pasti, Alloh sudah menyiapkan tempat laen yang jauh lebih baik dan sempurna sesuai penilaian Alloh (bijak banget ga seh gw). So.. La Tahzan, berbaik sangka pasti lebih baik.

Postingan ini spesial buat adikku tercinta, yang tadi pagi aq antar ke tempat ujian SNMPTN. Semoga sukses yah, ingat! tidak selalu sukses adalah lolos (dpt kata2 dari mana yak). Untuk melihat hasil ujian, bisa buka di http://www.snmptn.ac.id/

Dan maaf ya, hari ini ga bisa jemput. Soalnya pulang kantor ada kursus bahasa Arab dulu sampai maghrib. Afwan... Beranikan pulang sendiri...

selengkapnya »»

Jumat, 26 Juni 2009

Kesalahan Umum Videografer Pemula

 Hampir setiap orang terbiasa menyaksikan rekaman video dan tayangan televisi dengan penyajian gambar yang baku dan sempurna. Mereka bisa menilai bagus atau tidaknya, serta enak atau tidaknya sebuah tampilan gambar di layar televisi. Namun pada saat memegang kamera dan merekam video, tidak setiap orang mampu menciptakan gambar yang bagus dan enak ditonton. Bahkan mungkin tidak pernah menyadari bahwa rekaman video yang dihasilkannya tidak bagus dan tidak enak ditonton. Berikut adalah beberapa contoh kesalahan umum para videografer pemula..



Merekam Gempa Bumi dan Pentas Dangdut

Gempa bumi tidak setiap saat terjadi. Namun, setiap peristiwa atau adegan yang direkam seolah-olah selalu berlangsung pada saat terjadi gempa bumi. Atau seolah terjadi di seputar pentas dangdut. Semua serba goyang, termasuk videografernya. Gambar-gambar yang selalu bergoyang, tidak stabil, terkadang tidak fokus dan cenderung acak-acakan. Ini adalah bentuk kesalahan mendasar dan kebiasaan merekam tanpa rencana, sehingga merekam apa saja yang ada di depan kamera, namun tidak jelas apa yang menjadi subyeknya. Bahkan mungkin si videografer sendiri tidak tahu apa yang direkamnya.

Merekam Sambil Jogging

Kebiasaan merekam video sambil berjalan, jika tidak dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai dengan kebutuhan, umumnya akan menghasilkan rekaman video yang tidak nyaman untuk dinikmati. Subyek seolah memantul naik turun, disertai goyangan tak beraturan. Merekam gambar dengan pergerakan seperti ini sebetulnya sangat menarik dan memberikan efek dramatis. Syaratnya, stabilitas pergerakan horizontal harus lebih diutamakan sambil sebisa mungkin meminimalisir pergerakan vertikal.

Tidak Bisa Membedakan Antara Merekam Video dan Menembak

Meski sama-sama dilakukan dengan cara membidik, merekam video berbeda dengan menembak. Menempatkan subyek tepat di tengah-tengah bingkai gambar (frame) akan sangat bagus dan tepat sasaran pada saat Anda menembak dengan senapan. Tetapi dalam hal videografi, ini adalah cara pengambilan gambar yang tidak diajurkan, karena hasilnya akan cenderung membosankan. Ini adalah salah satu kesalahan mendasar dalam hal pembingkaian (framing) dan komposisi.

Mengikat Diri di Tiang Bendera

Kebiasaan merekam video dengan berdiri terpaku di satu titik, tanpa berpindah posisi, seolah merekam di tengah upacara, dalam kondisi terikat di tiang bendera. Ini akan menciptakan gambar-gambar yang statis dan monoton, karena tidak menawarkan variasi sudut pandang atau komposisi lain yang mungkin jauh lebih menarik. Juga kebiasaan hanya merekam sebatas level pandangan mata (standing eye level), meski sebetulnya akan lebih menarik jika suatu subyek diambil dari sudut alternatif (high angle atau low angle). Bukan sebuah kesalahan fatal, namun sekali lagi cenderung membosankan. Ini adalah contoh kebiasaan salah yang berkaitan dengan sudut pengambilan gambar (angle).

Tidak Bisa Membedakan Antara Merekam Video dan Menyetrika

Zoom adalah fasilitas dasar yang sangat membantu dan memudahkan dalam pengoperasian kamera video. Dengan zooming, kita bisa mendekati subyek (tele) atau menjauhi obyek (wide) tanpa harus berpindah tempat. Namun penggunaan fungsi zoom yang berlebihan dan dengan cara yang tidak semestinya, akan menghasilkan rekaman video yang tidak nyaman ditonton. Subyek tiba-tiba mendekat, lalu menjauh, lalu mendekat lagi. Maju, mundur, maju lagi, mundur lagi, persis seperti setrika. Ini adalah contoh kesalahan penggunaan fasilitas kamera.

Merekam Video di Zebra Cross

Bayangkan seseorang yang akan menyeberang jalan di zebra cross. Tengok kanan, tengok kiri. Merasa belum yakin, tengok kanan lagi, tengok kiri lagi. Bahkan setelah berjalan di zebra cross pun orang masih melakukannya untuk memastikan apakah jalan benar-benar aman. Tengok kanan kiri adalah kebiasaan bagus jika seseorang akan menyeberang jalan raya. Tapi merekam video dengan cara serupa, tidak akan menghasilkan rekaman yang menarik untuk ditonton. Terlalu banyak panning dalam satu shot ( satu ambilan gambar dalam satu rekaman), baik ke kiri ke kanan atau ke atas ke bawah (tilt) adalah contoh kebiasaan buruk dalam merekam gambar. Terlebih jika digabungkan dengan zoom in dan / atau zoom out. Sebuah contoh kesalahan dalam pergerakan kamera (camera movement).

Tidak Bisa Membedakan Antara Merekam Video dengan Memotret

Berbeda dengan kamera foto yang merekam sebuah momen, kamera video merekam sebuah proses dinamis atau aksi (action), sehingga menghasilkan gambar bergerak (dan bersuara). Kebiasaan mengabadikan sebuah momen pada saat memotret, acapkali terbawa pada saat mempergunakan kamera video. Hasilnya adalah hasil rekaman video dengan durasi yang terlalu pendek dalam setiap shot (satu ambilan gambar dalam satu rekaman). Shot yang terlalu pendek tidak nyaman untuk dinikmati, karena tidak memberikan waktu yang cukup bagi penonton untuk memahami detil subyek yang ditampilkan. Shot yang terlalu pendek juga akan menimbulkan kesulitan dalam proses pasca produksi (editing).

Merekam Tokoh Misterius

Menempatkan subyek penting (umumnya manusia) pada bagian depan dengan latar belakang yang lebih kuat pencahayaannya. Kebiasaan atau ketidaksadaran dengan situasi backlight seperti ini (dan tidak segera melakukan antisipasi), akan menciptakan siluet dan sosok-sosok misterius. Rekaman video yang terlalu sering atau terlalu lama dalam kondisi backlight, sudah pasti tidak akan nyaman ditonton dan kehilangan kesan profesional. Sebuah contoh kesalahan umum dalam hal pencahayaan (lighting).

Apakah Anda pernah atau masih mengalami salah satu diantaranya ?Ga perlu d jawab.

diambil dari blog tetangga, cuman lupa ga d sev. bagi yang memiliki hak cipta, maaf lum cantumin nama Anda. piss..

selengkapnya »»

Menuju Kreativitas Videografi

Selamat datang di dunia videografi. Sebuah dunia yang sangat menyenangkan, penuh daya tarik, menantang kreatifitas, dan membantu kita dalam berkomunikasi dengan siapa saja. Yah, itu yang saya rasakan saat belajar videografi (sampai sekarang juga masih belajar kok). Dengan teknik videografi yang kreatif dan komunikatif, kita bisa mengabadikan beragam peristiwa di sekitar kita, menciptakan beragam karya dan media yang bukan saja bisa dipandang, namun juga didengar. Dengannya, kita bisa bercerita, berbagi informasi, menghibur, menularkan pengetahuan, bahkan mempengaruhi orang lain.

Bagaimana menciptakan karya videografi yang kreatif, komunikatif dan layak ditonton ?



Panduan sederhana ini mengajak Anda untuk mengenal dan memahami prinsip-prinsip dasar videografi untuk dipraktekkan dengan menggunakan kamera genggam (handycam). Mengapa kamera genggam ? Karena inilah jenis kamera video yang paling banyak dijumpai dan dipergunakan, paling banyak populasinya, mudah didapat dan bisa dioperasikan oleh siapa saja. Meski demikian – karena bersifat universal - prinsip-prinsip dasar videografi dalam panduan ini bisa diterapkan untuk jenis kamera apa saja.

Penting untuk dipahami bahwa peralatan yang lebih baik ( katakanlah lebih profesional, lebih canggih, atau mungkin lebih mahal ) tidak menjamin hasil rekaman video yang lebih baik. Semua tergantung pada “man behind the camera“. Siapa yang berada di belakang kamera ? Apakah dia bisa menangkap momen-momen penting dan menarik ? Apakah rekaman gambar enak dinikmati, atau setidaknya bisa dinikmati ? Peralatan yang sederhana, jika dipergunakan dengan cara yang benar dan pada situasi yang tepat akan menghasilkan karya videografi yang sempurna sesuai kebutuhan dan tujuan penggunaannya.

Rekaman video yang sempurna, bisa dilakukan dengan hampir semua kamera, karena tidak terlalu dipengaruhi oleh kualitas piranti videografi atau jenis kamera yang tersedia. Piranti videografi yang sederhana biasanya memiliki sejumlah keterbatasan. Tapi selalu ada cara untuk menyiasatinya. Dengan teknik merekam gambar yang baik, pendekatan kreatif dan komunikatif, hasil rekaman video Anda akan tampil lebih sempurna dan bercitarasa profesional. Di lain waktu, kita sambung lagi yah.

selengkapnya »»

3 Hari Untuk Profil Robbani

Ya begini ini, kalo mengulur2 waktu. Dikasih waktu 20 hari untuk bikin video profil sekolah, dengan penyakit lama "tar aja ah" akhirnya H-3 itupun terjadi.
Berawal dari sms pihak sekolah:SMS : Maaf pak (padahal aq masih muda lho, mustinya Mas (wueks, ngarep), gmana profil sekolahnya? kami tunggu.
Aq : (gubrak!) Iya neh, lagi proses kreatif (dibaca: masih di otak dan d awan2 alias masih dalam khayalan)


Spontan adrenalin dan cairan penyemangat lainnya meledak saat itu juga (hiperbola banget ya).
Teng Tong, mulailah hari2 penuh melekan (dibaca: mata melek/tidak tidur, sudah tau om). Pulang kantor langsung pegang tikus d rumah, klak klik-klak klik, sampe ga nyadar sudah jam 4 pagi (sebenre nyadar seh). Trus makan, mandinya gmana? semuanya d rapel d pagi harinya, haha ngaku... tapi kasian ngeliatnya.

Ujian kembali melanda, narator yang sudah aq persiapkan, ternyata eh ternyata tidak bisa berpartisipasi di karenakan mau mudik, huwaaaa... berikut percakapannya:

Aq : (intinya aja ya, laennya d sensor) gmana bisa? kalo ada waktu nanti siang ato sore qta taping ya. (dalam hatiku pliiss bisa ya)
Narator : (kira2 gini jawabnnya) maaf mas, 2 hari ini aq lagi sibuk packing barang, mo transmigrasi neh
Aq : huwaaa nangis lagi (tapi dalam hati)

Aq critain secara singkat saja ya ttg si narator ini. Dia tuh baru aja lulus kuliah, karena dia udah ngabisin duit banyak buat kuliah (kok tau seh) akhirnya d suruh ibunya pulang ke kalimantan, daftar PNS katanya. wow enak ga tuh. tapi sebenernya dia pengennya jadi jurnalis, coba jurnalis bisa jadi PNS. hohoho. Tapi emang salahku juga seh, ngasih taunya super mendadak.

Okay show must go on!! Berbekal percaya diri 800 %, narasi aq isi sendiri. Jam 3 pagi menjadi pilihan terbaik untuk rekaman. Mau tau kenapa? mau tau aja... hee
Oia, selain "kedukaan" tersebut di atas, ada hal penting yang sangat membantuku. Bertepatan dengan launching rumah tinggal kakak ipar d surabaya, seminggu ini anak istriku di titipin (di ungsikan) d sana. Sekedar info, penguasa komputer d rumah adalah anakku yang lucu, pinter, dan sholeh itu. Kebayang kan kalo aq lagi ngedit, trus tiba2 dia muncul pengen maen boby bola kesayangannya, dan itu harus d turutin kecuali qta lagi pengen dengerin tangisan dia. Selain itu ga tega juga ganggu istrahat mereka saat qta cas cis cus depan mixrophone, kan ga mungkin banget kalo rekaman dengan bisik2, kaya sandiwara horor radio aja. itu yang sangat aq syukuri.

Hari H pukul 5 pagi, Alhamdulillah renderan selesai. Segera tancap gas untuk nyiapin multimedia di TKP. Tenang..tenang aq sudah mandi kok. D hari inilah kepenatan dan capek yang aq rasakan selama 3 hari ini, terasa hilang saat penonton bertepuk tangan setelah melihat tayangan profil tersebut. Ahh.. terimakasih Ya Alloh, makasihh banget.. sesungguhnya pujian itu hanya milik Mu.

Pelajaran yang bisa diperoleh:
1. "Tar aja ah" adalah penyakit kambuhan, jadi waspadalah-waspadalah !
2. Panggil Mas aja deh, secara qta kan masih muda gitu loh
3. Jangan cari narator yang mo transmigrasi, tapi kalo udah cocok gmana dunk?
4. Titipin anak istri d kakak, pakde, orang tua kalo qta butuh waktu dan konsentrasi penuh
5. Bersyukur dan bersabar kepada Alloh, Tuhan semesta alam

selengkapnya »»

Daftar di Co.Cc dan Setting di Blogger (2)

CO.CC:Free DomainIni dia peta perjuangan ku bikin web co.cc (hee maklum orang baru) * buat para senior jangan cengar-cengir dong,
Udah siap dengerin semua? Nah itu yang pake kaos merah, masih makan aja. Hee.. aq sok tau banget yak!

Buat yang baru pertama kali tahu .co.cc silahkan daftar dulu(bisa lihat di halaman muka web ini), bagi yang sudah punya account langsung saja login. Artikel tutorial singkat ini akan dimulai pada tahap setelah anda login. Siip dah. Aq anggap sudah pada login ya. Lanjuut deh kalo gitu.

Setelah sukses login saatnya membuat domain .co.cc baru dengan mengklik menu "Getting A new Domain".

Ketik nama domain sesuai selera dan yang dikehendaki, kalo bisa yang diridhoi semua orang dan berprospek cerah. Klik saja tombol yang gemesin pingin diklik itu (masa' sih..) - Check availability.
Tuh kan available. Apa? gak available? cari nama yang lain lah. Gitu aja kok repot (wacauuu..)


Di sini kamu akan diberi waktu 2 hari untuk menyeting domain baru kamu. Sebaiknya langsung saja lakukan. Oke, klik Set up. Kemudian tinggalkan sejenak halaman tsb untuk login ke account Blogger.
Aq harap kamu sudah punya account di blogger, atau kalo yang masih belum punya, intip bentar ajaa tutorial blog sebelah tentang cara daftar di blogger. Oke pasukaan lanjuutt. Kalo sudah punya blog langsung saja menuju ke setting page alias halaman tempat pengaturan menuju ke Settings > Publishing.

Klik switch to Custom Domain. Lanjuut..


Karena kita bukan mau beli domain tapi mau pakai domain sendiri (meski gratisan), klik Switch to advanced settings

Di halaman advanced settings masukkan nama domain yang ingin anda pakai. lalu Save Settings. Udah semua kaaann.. AYO kita balik lagi ke halaman seting domain .co.cc tadi

Pada halaman domain setting di website .co.cc terdapat tiga pilihan utama seting domain kamu. Seting NS, Zone recoreds, atau redirect. Untuk Blogger custom domain kita akan gunakan masukan/setingan di Zone Records. Pada kolom Add a record, kolom Host masukkan www dan secara otomatis akan berubah sendiri. Pada Type pilih CNAME record. Value isikan ghs.google.com oke. Siip.
Biasanya domain baru kamu sudah langsung aktif (kaya waktu saya daftar), tapi ada juga yang dibutuhkan waktu beberapa jam .
Oke bro n sis, met ngeblog yah. En jangan lupa, giliran kamu kasih ilmu di mari :)

selengkapnya »»